Minggu, 03 Maret 2013

BANK



Bank merupakan tempat perputaran uang terbesar di dunia. Di bank banyak pihak yang terlibat dalam hal bertransaksi dari hal yang kecil seperti penyetoran atau pengambilan uang maupun transaksi besar seperti obligasi maupun kredit investasi. Transaksi di bank bukan merupakan sesuatu yang baru karena banyak pihak sudah percaya pada cara kerjanya, terutama untuk bank-bank yang besar dan sudah punya kepercayaan di banyak pihak tersebut.





Dalam laporan keuangan bank juga dibagi seperti pada gambar diatas, yaitu berupa asset dan liabilities. Liabilities pada bank terdiri dari deposit, securities, dan capital, sedangkan asset bank terdiri dari kas dan simpanan bank tersebut di BI serta kredit.

Deposit pada bank terdiri dari time deposit atau lebih dikenal sebagai deposito, saving deposit atau tabungan, dan demand deposit atau yang biasa disebut dengan giro. Deposit ini juga disebut dana pihak ketiga, karena sumbernya berasal dari masyarakat. Securities bank terdiri dari obligasi dan disebut dana pihak kedua. Sementara capital bank terdiri dari modal disetor, laba ditahan, dan stock atau dikenal dengan saham di pasar modal berupa deviden. Laba ditahan merupakan keuntungan bank pada saham yang tidak diambil langsung melainkan diputarkan kembali agar memperoleh keuntungan lebih besar lagi. Sedangkan stock adalah berupa deviden yang merupakan laba yang dibagikan sebagai keuntungan bank. Capital disebut dana pihak pertama karena berasal dari pihak bank itu sendiri. Liabilities mempunyai biaya dana (cost of fund) pada setiap bagiannya. Contohnya pada giro, bank menetapkan biaya untuk transaksi giro yang dilakukan. Cost of fund juga ditetapkan dalam obligasi maupun biaya untuk deviden.

Didalam asset, bank mempunyai kredit/loan yang terdiri dari kredit investasi, komersial, dan konsumtif. Selain itu terdapat kas dan simpanan di Bank Indonesia dengan minimal deposit dari bank tersebut adalah 8%. Dalam kredit ini juga ditetapkan cost of fund atau biaya dana. Pemerintah memperbolehkan pihak lain meminjam uang dari bank dengan ketetapan LDR atau Loan to Deposit Ratio:

Maksimal pinjaman adalah 110%. 10% itu sendiri berasal dari capital bank, karena pemerintah mensyaratkan bahwa pemberian pinjaman dari bank harus melibatkan modal bank itu sendiri sebesar 10%. Jadi misalnya, sebuah lembaga ingin meminjam 100 juta rupiah, maka maksimal pinjaman yang bank dapat berikan ke lembaga tersebut adalah sebesar 110 juta rupiah. Kredit/loan itu sendiri bersumber dari deposit, securities, dan capital bank tersebut seperti salah satu contoh pemberian pinjaman 100 juta tadi.

Simpanan pada bank tersebut di Bank Indonesia juga harus ada minimal 8% di deposit BI. Kegunaan simpanan minimal 8% tersebut adalah untuk kemudahan likuiditas dan kliring. Jika simpanan deposit bank tersebut kurang dari 8% maka bank tersebut akan bangkrut karena mengalami kesulitan likuiditas.


Giro terbagi 2 yaitu:
1.       Bilyet giro (BG), yang merupakan rekening dengan pengambilannya harus atas nama si pemilik, selain dari itu tidak dapat dicairkan.
2.       Cek, yang pengambilannya tidak harus atas nama pemilik melainkan atas unjuk bukti pemberian kuasa si pemilik kepada si pengambil.


Contoh ilustrasi:
Keterangan:
Pak Ali ingin membeli barang untuk kebutuhan usahanya. Ia membeli dari Ibu Atun yang merupakan pengusaha. Pak Ali mentransfer 10 juta rupiah kepada Bu Atun untuk pembelian barang tersebut. Pak Ali tidak membawa 10 juta rupiah secara cash karena dianggap terlalu beresiko, sehingga ia memutuskan untuk  memberikan cek senilai 10 juta kepada Bu Atun untuk pembayarannya. Cek bernilai 10 juta tersebut dikeluarkan oleh bank X, yaitu tempat Pak Ali menabungkan uangnya.
Bu Atun telah menerima cek tersebut. Ia tidak menabung di Bank X sebagaimana tempat cek itu berasal, sehingga Bu Atun ingin mencairkan cek tersebut di bank Y karena ia menabung disana. Bank Y menerima cek tersebut dan dapat langsung mencairkan 10 juta rupiah tersebut.
Proses bank Y dalam mencairkan cek tersebut adalah sebagai berikut. Bank Y tidak dapat menghubungi bank X langsung untuk pengadaan 10 juta tersebut. Bank X harus terlebih dahulu lewat BI dan kemudian BI mengontak bank X. kedua bank, X dan Y juga harus mempunyai simpanan deposit di BI minimal 8% yang berpengaruh pada likuiditas. BI mempunyai sistem pencairan yang disebut sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) sehingga cek yang dicairkan berlangsung secara real-time. Sistem ini biasa disebut sistem kliring dan rekening koran pada BI (reserve requirement).



2 hal yang mempengaruhi likuiditas adalah:
1.       Saldo deposit

2.  Transaksi kliring

Surat
Saldo
NDK (Nota Debet Keluar)
+
NDM (Nota Debet Masuk)
-
NKK (Nota Kredit Keluar)
-
NKM (Nota Kredit Masuk)
+
                                                                                                                       
Saldo:                                                       + / -


Jika saldo + berarti bank menang kliring, jika saldo – berarti bank kalah kliring. Jika bank kalah, bank tersebut bisa meminjam ke bank yang menang kliring dengan asumsi bunga pinjaman adalah overnight atau dihitung per hari.


Law The Large Number
Merupakan istilah hukum bilangan besar yang digunakan yang membuat penurunan resiko. 1000: Rp. 1.000 lebih baik daripada 1: Rp. 1.000.000. penjelasannya adalah demikian: lebih baik bank memiliki  1000 nasabah yang menabung Rp. 1.000 rupiah dengan asumsi tidak ada 1000 nasabah yang serentak mengambil uangnya pada waktu yang sama, daripada 1 nasabah yang menabung Rp. 1.000.000 dan ketika ia ingin mengambilnya bank harus mengontak BI lagi jikalau dana likuiditas dibutuhkan lebih besar.





*******

Kamis, 14 Februari 2013

World Financial Flow


Di era modern seperti sekarang, uang merupakan alat tukar yang penting dan sangat dibutuhkan dalam setiap transaksi pertukaran barang dan jasa. Tanpa uang, manusia akan kesulitan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ada 3 definisi mengenai uang:
  1. Sebagai alat tukar
  2. Kekayaan
  3. Wealth / kesejahteraan
Ketika uang sudah dipergunakan untuk pemenuhan ketiga poin diatas, manusia menggunakan uang sebagai alat untuk menabung dan berinvestasi. Tabungan dan investasi sangat diperlukan sebagai modal jangka panjang manusia terutama untuk menghadapi kebutuhan hidup yang tidak akan pernah ada habisnya.

Gambar World Financial Flow:




Keterangan:



Diagram World Financial Flow diatas digambarkan dengan A yang memiliki nilai plus (+). Maksudnya adalah A mempunyai kekayaan yang berlimpah, dengan kata lain memiliki banyak uang. Sedangkan disisi lain B memiliki nilai minus (-) yang berarti B mempunyai uang yang sedikit dan bahkan kekurangan uang.


A ingin mencoba mengembangkan uangnya agar menjadi lebih banyak. Ada 3 cara yang dapat A lakukan, yaitu yang pertama adalah memberi modal 500 juta kepada B yang berkekurangan untuk membuka usaha yang dianggap dapat membantu B dalam masalah keuangannya. A bisa langsung memberikan modalnya tersebut kepada B dengan kepercayaan yang ia peroleh dari B. Tetapi jaminan B tidak akan mengalami kebangkrutan pada saat ia menjalankan usahanya tidaklah kecil. Apabila B mengalami gulung tikar ditengah usahanya, maka A otomatis juga akan mengalami kerugian. Untuk meminimalisasi kerugian tersebut A dapat menempuh cara kedua, yaitu memberi pinjaman lewat bank. Dari bank tersebut kemudian B bisa mendapatkan pinjaman untuk modalnya membuka usaha.


Ketika B telah meminjam modal dari bank, tidak ada yang bisa memberi jaminan bahwa B akan sehat dan berumur panjang. Banyak kemungkinan yang terjadi seperti B yang meninggal dunia saat ia tengah menjalani usahanya. Jika kemungkinan itu benar terjadi pastinya modal 500 juta yang dipinjamkan bank tidak akan kembali dan bank mengalami kerugian, sehingga bank melakukan transfer of risk kepada perusahaan asuransi jiwa yaitu PT. XYZ. Bank membayar premi 10 juta kepada PT. XYZ dengan jaminan bahwa PT. XYZ akan memberikan uang pertanggungan 500 juta ketika B meninggal.


Ternyata PT. XYZ tidak memiliki total 500 juta seperti yang dijanjikan. Perusahaan asuransi jiwa ini hanya dapat memenuhi 100 juta dari 500 juta tersebut. PT. XYZ kemudian melemparkan resiko lagi kepada perusahaan reasuransi yaitu PT. DEF. Perusahaan reasuransi ini diharapkan dapat memenuhi sisa uang pertanggungan 500 juta tersebut yaitu 400 juta, yang telah ditanggung 100 juta oleh PT. XYZ sebelumnya. Dengan pembayaran 8 juta yang dilakukan PT. XYZ kepada PT. DEF, perusahaan reasuransi ini berarti menyanggupi untuk membayar uang pertanggungan sebesar 400 juta ketika B meninggal. Tetapi ternyata PT. DEF hanya mampu membayar uang pertanggungan sebesar 100 juta, sehingga PT. XYZ hanya perlu membayar premi sebesar 2 juta.  


Sisa 300 juta yang harus dibayarkan oleh PT. DEF kemudian dialihkan lagi ke PT HIJ yang merupakan perusahaan retrosessi yang berada di luar negeri. PT. DEF membayar premi sebesar 6 juta kepada PT. HIJ dengan jaminan bahwa PT. HIJ akan membayarkan sisa 300 juta dari total 500 juta tadi jika B meninggal dunia.  


PT. HIJ juga memiliki beberapa anak perusahaan untuk mengembangkan asset dan kekayaannya lebih banyak lagi yaitu perusahaan OPQ, RST, dan UVW.  Ketiga anak perusahaan ini juga ikut ambil bagian dalam permainan pasar modal.


Cara ketiga yang ditempuh A yaitu menanamkan modalnya di pasar modal. Ia membeli saham dengan harga per lembarnya adalah 10 ribu rupiah. Ketika akan dijual lagi harga per lembarnya sudah bisa mencapai 12 ribu rupiah. Cara ini merupakan short-selling dan keuntungan yang diperoleh disebut dengan capital gain. Keuntungan yang diperoleh dalam saham ada yang bersifat dividen atau bagi hasil antara penanam modal dengan perusahaan. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dalam obligasi bersifat diskonto, yaitu keuntungan yang dibayar dimuka. Selain itu bank juga ikut berperan serta dalam menanamkan sahamnya di pasar modal untuk memperoleh keuntungan yang besar.


Dalam proses usaha yang sedang berjalan, B membeli sebuah mesin seharga 1 miliar untuk menunjang produksi sehingga keuntungan yang diperolehnya menjadi lebih banyak. Tetapi B mengkhawatirkan tidak lamanya masa produksi mesin dan hal-hal lain terutama jika terjadi kerusakan. Untuk itu B melakukan pengalihan resiko atau transfer of risk mesin yang ia beli ke perusahaan asuransi umum atau general, yaitu PT. KLM. B membayar 20 juta kepada PT. KLM sebagai premi dan nantinya apabila mesin tersebut mengalami kerusakan, PT. KLM akan memberikan uang pertanggungan sebesar 300 juta. Tetapi PT. KLM tidak dapat menyanggupi pembayaran sebesar 300 juta tersebut dan hanya bisa menyanggupi pembayaran sebesar 100 juta, sehingga B hanya diharuskan membayar sebesar 3 juta sebagai premi. PT. KLM mengalihkan resiko kepada PT. DEF lagi dengan melakukan pembayaran premi sebesar 2 juta. Pengalihan resiko selanjutnya tetap sama seperti apa yang telah dijelaskan pada pengalihan resiko jiwa B.


Bank yang menanamkan sahamnya di pasar modal tadi kemudian mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk membuat perusahaan PT. TLE. TLE merupakan pabrik otomotif yang kemudian memiliki anak perusahaan yaitu PT. ELT yang bergerak dibidang motor dan PT. LET yang bergerak dibidang mobil. Perusahaan otomotif tersebut mengalami kesusahan dibidang promosi dan penjualan karena kurangnya pasar masyarakat yang berminat membeli. Untuk itu bank membantu PT. TLE dengan mendirikan PT. ARD yang membantu promosi dan penjualannya. PT. ELT juga mengalihkan resikonya ke PT. XYZ dan PT. LET mengalihkan resikonya ke PT. KLM.


Minggu, 02 Oktober 2011

teori organisasi umum 1 (arti penting organisasi,unsur,&teori)

Teori Organisasi


v  Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.

b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut :
1.    hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi
2) mengatur jalannya kerja sama
3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.

c. Sebagai sistem : 1. sistem sosial (antar sesama manusia)
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan.
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi).

Definisi-definisi lain mengenai organisasi:
1. Menurut James D. Mooney : organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.
2. Menurut Thester I. Bernard : organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.
3. Menurut J. M. Gaus : organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.



Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode,lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
§  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
§  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
§  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
§  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. [5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadapmasyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.[1] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.[1]



v  Manajemen dan Organisasi
Aktivitas utama atau fungsi utama manajemen adalah :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Gagal dalam merencanakan artinya merencanakan kegagalan, sehingga lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang.
2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (T.Hani Handoko)
Sedangkan fokus pada tahap pengorganosasian adalah :
· Apa saja tugas yang harus diselesaikan?
· Siapa yang yang mengerjakannya?
· Bagaimana tugas-tugas dikelompokkan?
· Siapa melapor ke siapa?
· Dimana keputusan harus dibuat?
3. Pengarahan (Leading/Actuating)
4. Pengontrolan (controlling)
Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai
PENGEMBANGAN ORGANISASI
1. Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
2. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
· Perubahan adalah pertanda kehidupan
· Perubahan memberikan harapan
· Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
· Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
3. Metode Pengembangan Organisasi
· Metode Pengembangan Perilaku
§ Jaringan Manajerial (managerial Grid)
§ Latihan kepekaan
§ Pembentukan Tim
§ Umpan Balik Survei
· Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
§ On the job training
§ Job Instruction Training
§ Of the job training
§ Vestibule training

v  Manajemen dan Tata Kerja
Bila organisasi, manajemen dan metodenya dilakukan dengan kerjasama yang baik, pemanfaatan sumber-sumber dan waktu yang ada dapat dilakukan secara tepat dan lebih terordinir sesuai dengan proses kegiatan yang ditetapkan maka untuk mencapai tujuan akan dapat hasil yang lebih efsien dan efektif serta lebih maksimal. Karena ketiganya jika dilakukan sesuai dengan tugasnya maka hubungan timbal balik itu akan saling menguntungkan untuk ketiganya.

Karena pada proses kegitan tersebut sudah ada organisasi sebagai wadah atau tempat berkumpulnya, jadi kerjasama untuk penyelesaian kegiatan tersebut lebih efektif. Sehingga secara langsung antara manajemen dan organisasi terjadi hubungan timbal balik yang baik karena keduanya saling memerlukan, dengan adanya keduanya sehingga kejasama yang dibangun lebih efekif dalam pencapaian tujuan. 

Dimana suatu manajemen dengan adanya metode atau tata kerja lebih teratur karena pada proses kegiatan tersebut dapat ditangani secara bertahap dan lebih terfokus sehingga jika terjadi kejanggalan dapat lebih ditangani secara cepat dan tepat sasaran, sehingga waktu yang ada tidak terbuang dengan percuma dan tidak terjadi pemborosan. Jadi untuk mencapai tujuan dapat lebih tepat sasaran.
Dengan adanya metode atau tata kerja dalam organisasi sehingga pada proses kegiatan dapat menyusun perencanaan kerja, dengan lebih terkoordinir dalam membentuk sekelompok manusia yang melakukan kerjasama dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya dan tepat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga hubungan timbale baliknya juga sangat baik.

Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.Yang dapat di lihat arti dari gabungan kedua kata tersebut adalah adanya hubungan timbal balik antara kegiatan, kerjasama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain.

Dan untuk mencapai tujuan max di butuhkan tenaga besar maka di bentuklah suatu organisasi . Yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsidari organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan .

Tata kerja bisa di sebut juga metode adalah satu cara bagaimana agar kita dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sehingga proses kegiatan manajemen pun dapat di laksanakan dengan tepat.


hubungan antara menejemen,organisasi dan tata kerja :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC44rGp75fNua_MWLFETHjL1VObsYgViuqgLZ2n5mJwb_5LtN99hf8Q_K2kazPoCdmZJcNtLYIBouxX5jN7CpTGcgpFbTODVs-DC_Z6efbzbeOEeQW6VE5E1kElcyXU2hDNpE9AQcQ2VY/s1600/hubungan+manajemen.jpg
·                     Manajemen  :  proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia satu sama lain
·                     Organisasi    :  alat bagi pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokkan kerja sama
·                     Tata Kerja  :  pola cara-cara bagaimana kegiatan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien
Hubungan dari ketiga kata tersbeut adalah sama-sama mengarah pada keinginan mencapai suatu tujuan.

v  Manajemen Organisasi Tata Kerja
Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Sedangkan, metode merupakan cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.
Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen dan Organisasi
Karena pada proses kegitan tersebut sudah ada organisasi sebagai wadah atau tempat berkumpulnya, jadi kerjasama untuk penyelesaian kegiatan tersebut lebih efektif. Sehingga secara langsung antara manajemen dan organisasi terjadi hubungan timbal balik yang baik karena keduanya saling memerlukan, dengan adanya keduanya sehingga kejasama yang dibangun lebih efekif dalam pencapaian tujuan.

v  Unsur dan Teori Organisasi
Unsur-unsur organisasi :
–Manusia(Man)
–Kerjasama
–Tujuan Bersama
–Peralatan (Equipment)
–Lingkungan
–Kekayaan alam
–Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

Teori Organisasi
•Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
a. Teori Birokrasi
b. Teori Administrasi
c. Manajemen Ilmiah
•Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
Menekankan pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan
•Teori Organisasi Modern

v  Ciri-ciri Organisasi
Ciri-ciri Organisasi Modern
•Organisasi bertambah besar
•Pengolahan data semakin cepat
•Penggunaan staf lebih intensif
•Kecendrungan spesialisasi
•Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
•Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

v  Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu orang-orang, kerjasama dan tujuan bersama-sama . Ketiga ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan

v  Dari berbagai macam teori organisasi yang dikemukakan oleh para ahli, tiada satupun yang memiliki kebenaran mutlak

v  Antara berbagai macam teori organisasi tersebut saling isi dan saling melengkapi.


Sumber :